Warga Binjai Kembali Diamankan, Kepergok Jadi Bandar Togel Online

DS alias CI salah satu warga Binjai, Sumatera Utara harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Dia dengan terang-terangan mengakui jika selama dua tahun terakhir ini sudah menjadi bandar togel online di kawasan Palu.

togel
ilustrasi togel online

baca juga: Diintimidasi, Petugas Tetap Tangkap Pelaku Judi di Jelambar

Perempuan berusia 47 tahun tersebut masuk dalam daftar hitam kepolisian sejak lama. Karena terbilang rapi, pihak tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng akhirnya mengakhiri persembunyianya kemarin. Dia berhasil tertangkap di lokasi persembunyiannya Sabtu (16/1/2021).

Setelah melakukan penangkapan kepada pelaku DS, kemudian polisi melakukan pengembangan kasus. Dalam aksi sigap kepolisian kemudian sekitar 8 pelaku lain yang merupakan kaki tangan pelaku berhasil diamankan pada lokasi berbeda.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng dalam beberapa waktu lalu mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah melakukan pengendusan kasus selama beberapa hari, pelaku DS langsung digerebek di rumah kontrakannya, Jalan Sintuwu Kelurahan Tondo Kecamatan Palu Timur.

Kedelapan pelaku bertugas sebagai pembatu dalam aksinya berjualan judi togel online. Kemudian semua kaki tangan menyerahkan uang hasil penjualan ke tangan DS. Sistem penyerahan hasil penjualan melalui metode rekapan dan dikirimkan berupa foto. Kemudian hasil uang penjualan di transfer ke rekening DS.

“Perjudian togel online memang menguntungkan sekali. Setidaknya dalam sekali pemasangan angka, nilai keuntungan saat tepat menebak juga lumayan besar. Menang dua angka Rp 1.000 maka pemasang akan memperoleh Rp 60.000 sampai Rp 65.000, jika menang tiga angka mendapatkan Rp 400.000, menang empat angka Rp 2.500.000. Itulah kenapa daya tarik togel masih sangat menggiurkan masyarakat pencintanya,” terang Kombes Didik Supranoto ke awak media.

Pada keteranga lanjutan, Kombes Didik Supranoto menegaskan jika sistem pembelian dan penjualan pelaku melalui jalur online. Baik dalam pembelian maupun pembayaran kemenangannya. Jika ada yang menang maka akan ditransfer langsung ke rekening pribadi pemasang.

Bukan hanya sejenis saja sistem togel online yang dijual oleh DS. Ternyata pelaku sudah menjalankan setidaknya tiga jenis togel yaitu HK, Singapore dan Sydney. Selama ini tersangka memasarkannya melalui sejumlah nomer WA yang bisa langsung dihubungkan dengan kedelapan kaki tangannya.

“DS alias CI menjalankan aksinya sudah sangat lama. Tersangka sangat rapi dalam melakukan penjualan togel online ini. Jenis togel yang dipasarkannya Sydney, Hongkong dan Singapura,” terang Didik.

Dalam penyelidikan dan pemeriksaan kesehatan, ternyata saat dilakukan swab DS dan satu tersangka lainnya dinyatakan positif Covid-19. Keduanya kemudian di kirim ke RS Bhayangkara Palu untuk menjalankan karantina. Tersangka lainnya yang negative kemudian langsung digelandang ke Rutan Polda Sulut untuk menjalankan penahanan. Semua tersangka dijerat dengan Pasal 303 ayat 1 ke 3 Jo, Pasal 55 dan 56 KUHP, dan akan menjalankan masa hukuman 6 tahun dengan denda sebesar Rp 1 Miliar.

sumber: www.merdeka.com