Mengapa Judi Online Sulit Diberantas, ?

Mengapa Judi Online Sulit Diberantas?

Judi online saat ini dikenal oleh berbagai kalangan baik pemain atau bukan. Situs judi sangat banyak ditemukan di alat pencarian seperti google. Bahkan banyak situs judi online yang muncul pada situs lain seperti game atau film.

Permainan ini tentunya telah dikenal sejak lama oleh masyarakat. Sejak masih konvensional, judi memiliki polemik di dalamnya. Muncul anggapan pro dan kontra dalam menyikapi judi, baik judi online maupun konvensional.

Mengapa judi online sulit diberantas? Apa saja upaya yang sudah dilakukan? Baca ulasan berikut

Mengapa Dilarang? Perlukah Diberantas?

Judi online memiliki kecepatan perubahan yang cepat. Inovasi dilakukan agar judi tetap bisa dimainkan di mana saja. Meski terbilang dengan bermain judi akan memberikan keuntungan finansial, tapi banyak juga yang menyangkalnya.

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, judi menjadi permainan yang dilarang oleh pemerintah. Alasannya adalah tidak sesuai dengan konstitusi, yang mana mempertimbangkan moral, agama, keamanan, ketertiban umum.

Melalui undang undang nomer 7 tahun 1974 tentang penertibab perjudian, pemerintah memberikan hukuman bagi pemain judi maupun bandar. Hukuman bagi pelaku judi adalah penjara maksimal 4 tahun.

Mengapa judi kemudian sangat dilarang. Dalam ajaran agama tertentu, judi tidak diperkenankan karena melanggar syariat. Bermain dengan memberikan trauhan artinya mengundi nasib.

Selain itu, judi memberikan dampak ketagihan bagi pemainnya. Awalnya pemain judi hanya akan coba-coba. Ketika seorang pemain judi sudah ketagihan, maka ia akan sulit untuk keluar dari lingkaran judi.

Pemain judi yang sudah ketagihan tidak akan memperhitungan modal. Sehingga meskipun sedang tidak punya uang ia akan menggunakan segala cara untuk bisa ikut judi. Ini berisiko untuk meningkatkan tindak kriminal.

Sistem judi online khususnya, biasanya memberikan penawaran menarik di awal bermain. Pemain akan diberikan kesempatan menang lebih besar. Ketika pemain ini sudah ketagihan dan menyetorkan taruhan yang sangat banyak, sistem akan menjebak dan kalah.

Bandar judi biasanya dipegang oleh mafia judi. Hal ini juga berisiko pada pemerasan dan penipuan. Banyak mafia judi yang tidak terpercaya. Maka dengan mudah, pemain judi akan ditipu dan mengalami kerugian, apalagi dengan sistem online yang sulit untuk dilacak.

Alasan Judi Online di Indonesia Sulit untuk Diberantas

Judi online yang tumbuh subur dan diminati oleh banyak kalangan di Indonesia ditunjukkan dengan berbagai situs yang masih aktif dan memiliki anggota cukup banyak. Meski pemerintah telah memberikan regulasi terkait undang-undang pelarangan judi, nyatanya masih banyak judi online yang ditemukan.

Lalu mengapa judi online saat ini sulit untuk diberantas? Hal pertama yang diperhatikan adalah sistem judi ini adalah online. Artinya pemain, bandar, hingga permainannya ada di dunia maya yang sulit dilihat secara fisik.

Dengan sistem seperti ini, judi online sulit untuk dilacak meskipun bisa diakses oleh siapapun. Kepemilikan situs yang bersifat anonim menyulitkan penangkapan bandar judi. Judi online yang banyak ditemui di Indonesia biasanya menggunakan server luar negeri sehingga tidak dideteksi secara umum.

Upaya penertiban seperti melakukan take down atau penutupan situs telah dilakukan oleh pemerintah, tetapi cara ini tidak efektif. Cara kerja sistem online yang cepat dan terstruktur membuat sistem mudah untuk muncul lagi.

Pengembang web saat ini memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan lagi. Sehingga ketika satu situs ditutup paksa, maka akan muncul situs yang lain. Jadi dengan ini maka tidak membuat situs judi online semakin hilang.

Pembatasan akses untuk situs judi online juga kurang efektif. Pemerintah telah melakukan blokir akses tetapi masih banyak yang bisa mengakses. Penggunaan VPN sehingga server yang digunakan menjadi server luar negeri menjadikan pemain judi lebih leluasa dan merasa aman dalam bermain judi.

UU ITE sebagai Upaya Pemberantasan

Meskipun sudah diatur dalam undang-undang penertiban judi, pemberantasan judi online kurang efektif. Salah satu upaya lain untuk memperkuat cara memberantas judi online adalah dengan menggunakan UU ITE.

Alasannya adalah karena judi online menggunakan fasilitas internet dan elektronik sehingga relevan. Melalui UU ITE pasal 27 ayat 2, judi online yang dapat dipidanakan apabila memenuhi syarat (1) ada kesengajaan dan tidak adanya hak, (2) adanya perbuata mendistribusikan atau dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik, (3) terkandung muatan perjudian seperti yang diatur undang-undang.

Barang bukti yang bisa digunakan dalam kasus ini adalah bukti transfer uang deposit, taruhan, dan koin ke bandar judi dan foto permainan beserta akunnya. Jadi dalam hal ini bukti elektronik menjadi cara kuat untuk memberantas judi online.

Baca juga: Tren Judi Online yang Menguntungkan

Dengan demikian, upaya terbaik terus dilakukan agar judi online tidak semakin marak. Meski demikian, mudahnya arus informasi dan teknologi tentu saja membuat perkembangan situs judi mudah pula untuk tumbuh. Sekian ulasan mengenai alasan mengapa judi online sangat sulit untuk diberantas di Indonesia, semoga bermanfaat!